RESUME KE 15 WEBINAR APKS PUBLIC SPEAKING FOR TEACHER, MARCH 4, 2021

Ngobras bareng Om Jay malam ini adalah Inspirasi berupa kritikan dan narsum yang dihadirkan adalah Bpk. Sigit Suryono yang dikenal dengan sebagai Duta Rumah Belajar di daerah Jogyakarta

 
sumber gambar dari WAG PUBLIC SPEAKING PGRI

Sigit Suryono Duta Rumah Belajar Terinovatif Penggerak Literasi Digital

 Bagaimana kita bisa menjadi seorang guru yang inovatif?

Inilah pertanyaan pertama yang muncul dalam perbincangan dengan bapak Sigit Suryono, seorang guru SMP berprestasi penerima Apresiasi Guru SMP Inovatif 2020 GTK Dikdas Kemdikbud RI.

Sekilas profil pak Sigit Suryono

Pak Sigit Suryono, M.Pd. adalah Duta Rumah Belajar Teinovatif Nasional 2018 dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Nama Sigit telah dikenal luas oleh para guru di Yogyakarta sebagai trainer dan tim pengembang TIK di Kabupaten Gunungkidul maupun di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 2009. Aktif mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Gunungkidul sejak tahun 2005

Dalam paparan yang disampaikan oleh pak Sigit adalah perumpamaan pada tokoh kartun Jepang yang cukup terkenal yaitu DORAEMON.

Doraemon merupakan salah satu film yang hingga saat ini masih disukai

banyak orang. Melalui film tersebut kita bisa menangkap pesan bahwa banyak

permasalahan yang muncul bisa diatasi dengan beragam alat si Doraemon. Hal ini karena Doraemon memiliki kantong inovatif nan ajaib. Setiap permasalahan yang muncul akan bisa menjadi pemicu (trigger) untuk menggerakkan seseorang mencari dan menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya. Di antaranya dengan melakukan inovasi.

Semua orang bisa berinovasi hanya saja kadarnya yang bisa berbeda-beda.

Setiap permasalahan yang muncul atau timbul memungkinkan kita untuk belajar

menghadapinya.

 

Persoalan atau permasalah yang ada bisa dengan cepat diatasi jika kita

memiliki kapasitas ilmu yang berkaitan dengan penyelesaian suatu masalah. Oleh sebab itu, penting bagi kita para guru untuk meningktkan kadar dan kapasitas inovatif dalam diri kita.

Beberapa modalitas yang harus dimiliki oleh seorang guru inovatif:

A. Terus Belajar

1.     Belajar bisa kita dapatkan dari semua yang ada di dunia ini. Terutama dari pengalaman yang paling dekat dan yang paling mudah kita dapatkan di sekitar kita adalah pengalaman yang kita dapat dari orang tua kita. Merekalah yang menanamkan pendidikan sejak kita kecil. Pengalaman berharga pasti akan kita dapatkan salah satunya dari ayah dan ibu kita.

2.     Belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar akan mengajarkan pada kita untuk bisa berbagi dan berkolaborasi. Dengan saling menghargai semua karya cipta dari mereka akan memunculkan ilmu dan problem solving pada diri kita.

3.     Saat sudah mulai sekolah kita akan mendapatkan banyak ilmu dari guru kita, dosen kita, dan tentu dari sahabat-sahabat kita. Mereka tempat kita menggali ilmu, tempat kita berdebat, dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan. Mereka juga sebagai tempat mencurahkan isi hati dan ilmu kita dalam menghadapi persoalan di ruang kelas maupun di ruang sosial kemasyarakatan.

4.     Dunia kerja dan lingkungan kerja kita akan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi diri kita karena permasalahan yang ada. Saat kita berkerja dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan kita. Sebagai guru inovatif, yang bisa kita munculkan untuk membuat inovasi baru ada di sekitar kita. Ada siswa, ada rekan guru, ada kepala sekolah, ada Pengawas, ada Dinas Pendidikan, ada peraturan pemerintah, ada lomba, ada peningkatan kompetensi kepribadian, ada peningkatan kompetensi sosial, ada kompetensi pedagogik, dan ada kompetensi profesional. Semua itu adalah ladang inovasi bagi kita.

 Masalah-masalah yang kita hadapi di dunia kerja adalah ajang bagi kita untuk berinovasi sehingga kualitas kerja dan kinerja menjadi lebih efektif, efisien, dan lebih produktif. Bisa juga sebuah masalah memunculkan ide perihal cara-cara baru yang membuat pekerjaan kita menjadi lebih ringan, lebih bermanfaat, dan lebih bisa dirasakan hasilnya oleh semua orang. Jika perasaan ingin seperti itu ada pada diri kita, maka kita pantas digolongkan sebagai "calon guru inovator".

 B. Kolaborasi

Seorang guru yang inovatif setelah belajar lalu berkolaborasi. Kolaborasi penting sekali untuk mempercepat suatu proses inovasi. Berkolaborasi bisa dilakukan dengan rekan sejawat, guru-guru inovator, serta berkumpul bersama teman-teman penulis. Banyak dari pekerjaan/tugas/karya akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat secara tim daripada seorang diri. Kolaborasi juga memungkinkan kualitas hasil kerja menjadi lebih baik. Sebab dengan berkolaborasi kita bisa saling mengingatkan, saling membantu di saat ada masalah, saling berbagi ide pemecahan masalah, saling menguatkan di kala susah, dan tentu saling menginspirasi untuk cara dan hasil yang lebih baik secara kualitas (mutu) maupun kuantitas (jumlah hasil).

C. Berbagi

Setelah belajar dan berkolaborasi, penting sekali untuk bisa kita bisa saling berbagi. Dengan bisa berbagi ilmu pengetahuan, hasil inovasi yang sudah kita lakukan skala kebermanfaatannya bisa lebih besar dan menjangkau lebih banyak pihak. Dengan berbagi akan bisa memunculkan revisi atau produk baru lagi, karenaMkita mendapat masukan dari orang lain (feedback) yang konstruktif. Bisa juga datang kritik yang perlu diperhtikan dan didiskusikan sehingga menjadi masukan bagi inovasi berikutnya.

D. Menginspirasi

Setelah belajar, berkolaborasi, dan berbagi, maka menginspirasi hasil lanjutannya. Ia bisa berupa replikasi, reinovasi, dan atau sumber ide dan spirit bagi inovasi-inovasi lainnya.

Apabila kita sudah belajar menulis, misalnya, sudah berkolaborasi bersama teman dalam pembelajaran, dan telah berbagi tulisan di media blog, maka itu pun sudah upaya melakukan inovasi. Tulisan kita akan menjadi jejak digital yang bisa dibaca, dipelajari, dan diamalkan oleh siswa kita, teman-teman kita, keluarga kita, dan semua orang yang mengakses blog kita.

Selayaknya kita patut menebarkan manfaat dari kegiatan menulis kita bagi lingkungan kerja dan juga bagi para siswa kita. Apalagi bila kita sudah, dan telah banyak belajar dari orang-orang hebat pengisi kegiatan yang kita ikuti. Bukan hanya dari mereka saja, tetapi juga dari teman-teman penulis, teman-teman penerbit, dan juga dari guru-guru maupun praktisi. Saatnyalah, giliran kita menjadi penerang, pembawa ilmu bagi diri sendiri, keluarga, siswa, teman sejawat di lingkungan masing-masing.

Mari kita bersama dengan menjadi inovator-inovator yang bisa menginspirasi perubahan positif di mana saja kita berada. Karena sesungguhnya semua orang adalah innovator. Dari inovasi hal yang sederhana, sampai yang kompleks dan dari hanya bermanfaat bagi diri sendiri sampai inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh sebegitu banyak orang.

Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin, dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin, dia orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin, maka dia celaka.” Dan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

Inilah contoh perkataan (hadits) yang mengandung hikmah dan inspirasi.,Seperti yang diungkapkan oleh bapak Suhendra, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), “Dari inovasi dan inspirasi ini muncullah obsesi mimpi besar. Kumpulan mimpi besar yang belum tentu ada hari ini bisa diwujudkan mungkin di saat yang akan datang”.


Comments

IBU

BLOG SEBAGAI SARANA BELAJAR DAN MENGAJAR

DESIGN COVER BUKU YANG MENARIK

MEMBUAT FLYER DAN INFOGRAFIS